Ada delapan komponen yang harus ada dalam publik speaking Anda, ke delapan komponen tersebut adalah sebagai berikut :
1. Mengatasi Hambatan Kepribadian
Ada banyak hambatan dalam berbicara di depan umum, dari bannyak hambatan tersebut hambatan terbesar adalah ada dalam diri sendiri.
Pada umumnya seseorang yang belum terbiasa berbicara di depan orang yang banyak pasti akan gugup. Ia akan gemetar, berkeringat dingin, gagap, tegang, sakit perut, salah tingkah, demam panggung dan lain sebagainya.
Hambatan tersebut bisa diatasi dengan berbagai macam cara, seperti berlatih, menyiapkan materi dengan matang, melakukan relaksasi sebelum berbicara, bertatapan muka dengan lawan bicara dan lain sebagainya.
2. Body Language Yang Tepat
Bahasa isyarat dan gerakan tubuh merupakan hal yang paling penting namun sering dilupakan oleh orang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah postur tubuh, teknik bloking (cara berpindah tempat), penguasaan panggung atau tempat, ekspresi wajah (mimik), pandangan mata dan masih banyak lagi.
Untuk menungjang body language yang tepat, maka ada beberapa hal yang harus Anda ingat ketika berbicara di depan banyak orang, yaitu jangan memasukan tangan ke dalam saku, jangan meremas-remas tangan, jangan terlalu sering mengedipkan mata, menyeka rambut dan gerakan lain yang tidak penting.
3. Metode Penyampaian Sistematis
Sampaikanlah komunikasi Anda secara sistematis, runtut dan terarah. Mulailah dengan salam dan pendahuluan, penyampaian terimakasih, penyampaian inti informasi yang ingin anda sampaikan. Setelah itu bila waktu memungkinkan berikanlah para pendengar kesempatan untuk menyangga, mengkoreksi maupun bertanya. Terakhir tutuplah dengan kesimpulan dan Salam.
4. Penggunaan Alat Peraga
Jika perlu gunakanlah alat peraga atau alat presentasi seperti laptop, notebook, LCD proyektor dan masih banyak lagi alat peraga yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan Anda.
Namun ada hal yang harus diingat ketika Anda menggunakan alat peraga, yaitu alat peraga tersebut hanya sebagai alat bantu saja. Jadi jangan menjadi alat peraga yang justru menjadi pusat perhatian. Interaksi dan hubungan Anda dengan pendengarlah yang akan menentukan keberhasilan public speaking Anda.
5. Persiapan Yang Matang
Persiapan yang harus Anda lakukan ini meliputi banyak sekali hal. Selain persiapan penampilan, persiapan mental dan materi pun harus benar-benar Anda matangkan.
Persiapkanlah juga penampilan Anda, apa yang harus Anda lakukan ketika didepan para pendengar yang sudah susah payah meluangkan waktunya untuk mendengarkan Anda.
6. Maximal Performance
Ketika Anda sedang berbicara di depan publik, mala Anda harus memperhatikan intonasi suara, semangat, rasa percaya diri, keyakinan yang sempurna, rasa optimis, mata yang berbinar, senyum Anda harus tulus, komunikatif, mengajak berdialog dengan seluruh audience membangkitkan inspirasi, data yang akurat, peraga yang baik dan lain-lain sangat mempengaruhi keberhasilan berbicara di depan umum.
7. Penggunaan Perasaan
Anda mungkin sudah tau otak manusia terdiri dari otak kanan dan otak kiri. Otak kiri digunakan untuk berfikir hal-hal yang bersifat rasional, sedangkan otak kanan memikirkan hal-hal yang bersifat seni dan mengandalkan perasaan dan emosi serta nuansa-nuansa ketidakpastian.
Dalam berbicara di depan umum otak kanan juga harus digunakan, jangan hanya menggunakan otak kiri. Untuk apa menggunakan otak kanan ?
Anda harus menggunakan otak kanan agar Anda dapat mengatasi gejala-gejala yang dapat merusak presentasi Anda. Seperti misalnya waktu presentasi yang tidak tepat sehingga membuant audience ngantuk, membosankan karena topik yang menoton dan berlebihan, kelelahan, kurang minat dan lain sebagainya.
Ada baiknya bisa sebuah presentasi segera di beak dengan humor, tanya jawab, demonstrasi alat atau visualisasi tertentu yang merangsang minat para audience. Selain itu ciptakan suasan yang hangat dan interaksi yang Hidup.
8. The Final Touch
Setelah pemaparan kesimpulan di akhir pembicaraan ungkapkanlah tantangan, pertanyaan, penegasan, demo atau apa saja yang dapat membuat audience terpana, tercengang, berfikir atau bahkan juga menyanggah materi yang Anda sampaikan. Hal ini akam memberikan kesan positif dan rangsangan untuk bertanya.
1. Mengatasi Hambatan Kepribadian
Ada banyak hambatan dalam berbicara di depan umum, dari bannyak hambatan tersebut hambatan terbesar adalah ada dalam diri sendiri.
Pada umumnya seseorang yang belum terbiasa berbicara di depan orang yang banyak pasti akan gugup. Ia akan gemetar, berkeringat dingin, gagap, tegang, sakit perut, salah tingkah, demam panggung dan lain sebagainya.
Hambatan tersebut bisa diatasi dengan berbagai macam cara, seperti berlatih, menyiapkan materi dengan matang, melakukan relaksasi sebelum berbicara, bertatapan muka dengan lawan bicara dan lain sebagainya.
2. Body Language Yang Tepat
Bahasa isyarat dan gerakan tubuh merupakan hal yang paling penting namun sering dilupakan oleh orang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah postur tubuh, teknik bloking (cara berpindah tempat), penguasaan panggung atau tempat, ekspresi wajah (mimik), pandangan mata dan masih banyak lagi.
Untuk menungjang body language yang tepat, maka ada beberapa hal yang harus Anda ingat ketika berbicara di depan banyak orang, yaitu jangan memasukan tangan ke dalam saku, jangan meremas-remas tangan, jangan terlalu sering mengedipkan mata, menyeka rambut dan gerakan lain yang tidak penting.
3. Metode Penyampaian Sistematis
Sampaikanlah komunikasi Anda secara sistematis, runtut dan terarah. Mulailah dengan salam dan pendahuluan, penyampaian terimakasih, penyampaian inti informasi yang ingin anda sampaikan. Setelah itu bila waktu memungkinkan berikanlah para pendengar kesempatan untuk menyangga, mengkoreksi maupun bertanya. Terakhir tutuplah dengan kesimpulan dan Salam.
4. Penggunaan Alat Peraga
Jika perlu gunakanlah alat peraga atau alat presentasi seperti laptop, notebook, LCD proyektor dan masih banyak lagi alat peraga yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan Anda.
Namun ada hal yang harus diingat ketika Anda menggunakan alat peraga, yaitu alat peraga tersebut hanya sebagai alat bantu saja. Jadi jangan menjadi alat peraga yang justru menjadi pusat perhatian. Interaksi dan hubungan Anda dengan pendengarlah yang akan menentukan keberhasilan public speaking Anda.
5. Persiapan Yang Matang
Persiapan yang harus Anda lakukan ini meliputi banyak sekali hal. Selain persiapan penampilan, persiapan mental dan materi pun harus benar-benar Anda matangkan.
Persiapkanlah juga penampilan Anda, apa yang harus Anda lakukan ketika didepan para pendengar yang sudah susah payah meluangkan waktunya untuk mendengarkan Anda.
6. Maximal Performance
Ketika Anda sedang berbicara di depan publik, mala Anda harus memperhatikan intonasi suara, semangat, rasa percaya diri, keyakinan yang sempurna, rasa optimis, mata yang berbinar, senyum Anda harus tulus, komunikatif, mengajak berdialog dengan seluruh audience membangkitkan inspirasi, data yang akurat, peraga yang baik dan lain-lain sangat mempengaruhi keberhasilan berbicara di depan umum.
7. Penggunaan Perasaan
Anda mungkin sudah tau otak manusia terdiri dari otak kanan dan otak kiri. Otak kiri digunakan untuk berfikir hal-hal yang bersifat rasional, sedangkan otak kanan memikirkan hal-hal yang bersifat seni dan mengandalkan perasaan dan emosi serta nuansa-nuansa ketidakpastian.
Dalam berbicara di depan umum otak kanan juga harus digunakan, jangan hanya menggunakan otak kiri. Untuk apa menggunakan otak kanan ?
Anda harus menggunakan otak kanan agar Anda dapat mengatasi gejala-gejala yang dapat merusak presentasi Anda. Seperti misalnya waktu presentasi yang tidak tepat sehingga membuant audience ngantuk, membosankan karena topik yang menoton dan berlebihan, kelelahan, kurang minat dan lain sebagainya.
Ada baiknya bisa sebuah presentasi segera di beak dengan humor, tanya jawab, demonstrasi alat atau visualisasi tertentu yang merangsang minat para audience. Selain itu ciptakan suasan yang hangat dan interaksi yang Hidup.
8. The Final Touch
Setelah pemaparan kesimpulan di akhir pembicaraan ungkapkanlah tantangan, pertanyaan, penegasan, demo atau apa saja yang dapat membuat audience terpana, tercengang, berfikir atau bahkan juga menyanggah materi yang Anda sampaikan. Hal ini akam memberikan kesan positif dan rangsangan untuk bertanya.
Leave a Reply