Selamat Tinggal Demam Panggung

Demam panggung adalah rasa khawatir, kecemasan dan ketakutan atau fobia yang berhubungan dengan penampilan di depan orang banyak, penonton atau kamera. Bentuk ketakutan ini bermacam-macam, mulai dari takut berbicara di depan umum dan bisa mendahului atau menyertai penampilan di orang banyak.
Selama ini, orang mengira bahwa demam panggung hanya ditemukan ketika berada di atas panggung saja. Namun itu salah besar kata demam panggung memiliki cakupam makna yang lebih dari sekedar gugup ketika berada diatas panggung saja. Ketika orang gugup pada saat berbicara dengan orang lain, hal tersebut juga bisa dikatagorikan sebagai demam panggung.
Demam panggung merpakan salah satu penyakit yang tidak bisa dibiarkan. Penyakit tersebut harus segera diatasi. Adapun cara mengatasi penyakit demam panggung adalah sebagai berikut dibawah ini :


1. Pahami Bahwa Grogi Adalah Energi Positif
Apa yang Anda rasakan saat Grogi ? Apakah dada Anda berdebar-debar, keringat dingin mengucur, bibir bergetar dan darah seolah mengalir cepat. Mengapa hal tersebut harus Anda takuti ?
Pahami bahwa semua itu adalah sebuah dorongan energi yang meluao dari dalam diri Anda. Sesungguhnya sama sekali tidak ada yang salah pada energi itu, yang jadi masalah adalah jika energi itu justru Anda gunakan untuk melakukan tindakan negatif.
Maka energi seperti itu harus disalurkan secara positif. Ia semestinya menjadi bahan bakar yang mendorong presentasi Anda lebih baik. Anda bisa menggunakan energi itu untuk memantapkan penampilan Anda.

2. Nothing To Loose
Keinginan Anda untuk bersikap sebaik-baiknya mendorong muncul perasaan grogi. Secara negatif, pikiran Anda biasanya terbebani oleh ketakutan untuk membuat kesalahan, kekhawatiran akan gagal, kecamasan bila melakukan kesalahan, dan ratusan bayangan negatif lainnya.
Sebelum Anda bisa menggunakan energi grogi itu secara positif, maka terlebih dahulu Anda harus menenangkan emosi-emosi negatif tersebut. Bersikaplah wajar "nothing to loose" atau tak sesuatu yang patut kita takutkan. Bila nantinya Anda gagal, maka tidak ada sesuatu yang harus menjadikan Anda begitu kehilangan dengan kegagalan tersebut.


3. Cool, Calm and Gentle
Sementara anda menunggu giliran berbicara Anda bisa mengatur nafas anda. Tarik nafas Anda dalam-dalam, lalau keluarkan perlahan-lahan. Keluarkan energi Anda yang meletup-letup dalam dada melalui hembusan nafas yang teratur.
Tenangkan pikiran dan emosi Anda. Bila perlu pejamkan mata. Kumpulkan energi itu sebaik-baiknya. Jangan biarkan mengganggu ketenangan jiwa anda.

4. Maksimalkan Energi Anda
Maksimalkan energi yang anda miliki. Lepaskan energi itu dengan perlaha-lahan. Bila para pendengar memberikan appalus pada pembicara sebelumnya, maka kerahkan energi Anda dengan memberikan appalaus yang tak kalah meriah.
Pertama-tama berdirilah dengan sigap. kemudian berjalan dengan tegp dan mantap. Bila perlu hembuskan nafas sambil berteriak "Yes". Anda juga bisa ikut betepuk tangan menyambut appalaus dari audiens. Biarkan energi itu mengalir dalam gerakan anda dengan sendirinya.

5. Berbicaralah dengan Keras dan Lantang 
Jika anda berbicara lambat maka bibir anda akan semakin bergetar lebih cepat dan suara andapun akan ikut bergetar. Salurkan rasa grogi anda tersebut dengan memperkeras siara Anda.
Suara Anda yang keras dan juga lantang tidak hanya dapat mengatasi kecemasan Anda, namun juga bisa dijadikan sebagai sarana menyalurkan energi Anda tersebut.

6. Diam
Selain itu anda juga dapat menyalurkan ketegangan dalam diri Anda pada para audiens, yaitu dengan memulai presentasi Anda dengan diam beberapa detik sebelum Anda berbicara.
Biarkan ketegangan Anda terserap dan menjadi ketegangan audiens. Bila Anda merasa ketegangan di audiens sudah cukup tinggi, mulailah presentasi Anda dengan sebuah pembukaan yang kuat, tajam dan lantang.

7. Berikan Selingan Humor
Rasa canggung bisa juga terjadi karena ketakutan yang berlebihan. Untuk itu, lenturkan kegugupan Anda dengan sebuah humor wajar.
Anda memang perlu merencanakannya dengan baik, namun jangan sampai kehilangan spontanitas. Dan humor terbaik adalah humor yang tidak akan melukai perasaan siapapun dan juga tidak merendahkan diri Anda sendiri di depan pendengar.

8. Ajak Pendengar Lebih Interaktif
Salah satu cara mengatasi demam panggung yang jarang sekali dilakukan adalah lebih interaktif, hal tersebut bisa dilakukan dengan cara melempar pertanyaan kepada pendengar ataupun memberi waktu kepada pendengar untuk menyampaikan pendapat.
Jika komunikasi dua arah itu bisa terjadi, maka suasana tidak akan kaku lagi dan bisa jadi ketegangan Anda pun akan hilang setelah suasana mencair.

Demikianlah beberapa tips untuk menghindari demam panggung, semoga bermanfaat buat kesuksesan bisnis Anda. Salam Sukses (Oka)

Leave a Reply

Popular Posts

Bisnis Online

Link

Abenetwork on FB